INFO | Online NEWS Kukar - Supriadi, S.Sos Selaku ketua Pemuda Ing Martadipura Angkat Bicara Soal Adat Erau Kesultanan Kutai Kartanegara yang telah berakhir Minggu (15/09/19 ) kemarin dengan ditandai acara berlimbur yang merupakan tradisi saling menyiramkan air kepada sesama anggota masyarakat yang merupakan bagian dari ritual penutup Festival Erau.
Tradisi ini menjadi wujud rasa syukur masyarakat atas kelancaran pelaksanaan Erau. Selain itu, belimbur memiliki maksud filosofis sebagai sarana pembersihan diri dari sifat buruk dan unsur kejahatan. Air yang menjadi sumber kehidupan dipercaya sebagai media untuk melunturkan sifat buruk manusia.
Ritual ini dilakukan setelah upacara rangga titi berakhir. Dimulainya ritual ini ditandai dengan dipercikkannya air tuli (air yang diambil dari Kutai Lama) oleh Sultan kepada para hadirin.
Namun acara berlimbur kembali ternoda dengan ulah sebagian remaja dan pemuda melakukan kekerasan terhadap yang mengendarai motor. Ulah pemuda itu, justru mencoreng sakralnya Erau yang menjadi pesta adat budaya Kutai Kartanegara yang seharusnya tidak terjadi, dimana belimbur memiliki maksud sebagai sarana pembersihan diri dari sifat buruk dan unsur kejahatan. Untuk kedepannya acara adat erau belimbur tidak terjadi lagi hal-hal yang bisa mencoreng pesta adat tersebut, Ucap ketua pemuda Ing Martadipura.(rj).

Komentar
Posting Komentar
Apa kabar, dan terimakasih atas komentarnya